Kenapa Perusahaan Menolak Overqualified Candidate? ini Alasannya...


KENAPA PERUSAHAAN MENOLAK OVERQUALIFIED CANDIDAT? INI ALASANNYA...


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Overqualified Candidate adalah seorang karyawan yang terlalu pintar, terlalu banyak pengalaman atau terlalu senior dalam pekerjaan tertentu. Orang yang masuk dalam kategori Overqualified biasanya mereka telah berkecimpung dunia kerja lebih dari 5 tahun lamanya.


Milka Santoso melalui laman Linkedinnya menjawab pertanyaan dari koneksinya mengenai " Kenapa Perusahaan Menolak Overqualified Candidate? ini Alasannya... "


Yuk disimak penjelasannya Sis Milka di bawah ini:


"Mbak Mil, kenapa sih banyak perusahaan menolak overqualified kandidat? Bukankah perusahaan justru untung kalau mendapat kandidat yang kualifikasinya lebih baik dari requirement yang dibutuhkan?"


Saya coba berbagi sudut pandang ya Pak. Kenapa perusahaan menolak overqualified candidate:


1. Seringkali Overqualified berarti Overbudget


Gaji yang perusahaan siapkan untuk posisi ini jauh di bawah angka gaji yang Anda harapkan, bahkan jauh dari angka gaji yang Anda miliki sekarang.


Apakah perusahaan tidak bisa menaikkan budget mereka? Sebagian bisa, sebagian tidak, dan sebagian besar tidak mau menaikkan budget mereka, karena secara realistisnya pekerjaan ini dapat dilakukan oleh kandidat lain, yang bisa menerima angka gaji yang mereka tawarkan.

$ads={1}


2. Perusahaan tidak mau menjadi sekedar Emergency Exit


Karena lagi gak kerja, ya sudah deh gaji berapa saja, yang penting kerja dulu, nanti kalau ada opportunity yang lebih baik, ya pindah.


Perusahaan tentu tidak mau diperlakukan seperti itu, perusahaan tidak mau hanya sekedar menjadi bemperan bagi kita, karena jika kita pindah tentu akan butuh biaya dan waktu lagi untuk mencari pengganti kita, butuh waktu training dan adaptasi lagi. Program yang sudah direncanakan bisa batal, atau setidaknya tertunda


3. Atasan tidak confidence kita bisa bekerja di timnya.


Bisa jadi akan ada dua kepala. Atasan bisa menjadi kurang percaya diri karena kita lebih senior, lebih berpengalaman dari dirinya.


Lalu apa yang harus kita lakukan?


1. Tentukan batas bawah angka gaji yang bisa Anda terima.


Jujurlah dengan angka itu. Jangan menjadi oportunis dalam hal ini. Bersikaplah adil, baik kepada diri Anda sendiri, keluarga Anda, maupun perusahaan


Adalah hal yang wajar jika perusahaan tidak mau sekedar menjadi emergency exit bagi kita. Oleh sebab itu, tentukan angka yang Anda yakin cukup, untuk Anda bertahan di perusahaan, meskipun ada tawaran yang lebih menarik datang ke hadapan Anda, setidaknya sampai ada kontribusi yang Anda bisa berikan kepada perusahaan, sehingga perusahaan bukan sekedar emergency exit Anda.


2. Be More Humble than Before


Sadari bahwa keadaan tidak menyenangkan yang sekarang kita hadapi adalah Humbling Situation yang seharusnya membuat kita dapat menjadi orang yang lebih rendah hati lagi dari sebelumnya.


Tarik hikmah dari semua kejadian yang kita alami, sadari bahwa kita masih perlu banyak belajar, perlu lebih banyak pengalaman


Kerendahan hati yang kita miliki akan terpancar. Orang lain, termasuk calon atasan kita akan menjadi lebih mudah untuk merasa nyaman, dan tidak memandang kita sebagai ancaman untuk posisinya atau kewibawaannya

$ads={2}


3. Persiapkan diri kita untuk menjadi Self Employee


Pelajari Job yang tepat untuk expertise Anda di era Gig Economy. Terbukalah untuk pekerjaan-pekerjaan tidak tetap, beranilah untuk merintis. Siapa tahu Anda justru nanti bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.


Have a Great Day


MILKA SANTOSO | Recruitment Consultant


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close