5 Tips Agar Tetap Produktif Bekerja di Rumah (WFH)


5 TIPS AGAR TETAP PRODUKTIF  BEKERJA DI RUMAH (WFH)


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Pandemi Covid-19 sudah menerpa dunia kurang lebih dalam dua tahun terakhir ini. Hal ini tentu saja sangat berdampak ke semua bidang, termasuk dalam dunia kerja. Semua culture- culture perusahaan yang awalnya sudah tertata dengan rapi dan stabil, mau tidak mau harus mengikuti era new normal untuk mengurangi tingkat penyebaran virus.


Di era pandemi ini sebagai karyawan, tentu tidak asing dengan istilah work from home. Work from home adalah menggambarkan bekerja dari jarak jauh dan bukan di kantor. Biasanya, orang- orang menyebutnya konsep ini dengan sebutan WFH.


Istilah work from home, sudah awal diterapkan di beberapa negara seperti Filipina yang sudah memiliki kebijakan WFH sejak tahun 2018. Di kebijakan tersebut menekankan bahwa kewajiban pemberi kerja agar berlaku adil di dalam memperlakukan karyawan dari segi gaji, beban kerja dan jatah cuti walau work from home. Di Indonesia sendiri kebijakan work from home sebenarnya sudah wacana sejak 2019 dan baru ada kebijakan di tahun 2020.


Apa dampak produktifitas karyawan terhadap work from home?


Sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2015, Nicholas Bloom dkk, dari Stanford sudah pernah meneliti tentang work from home. Dalam penelitiannya telah ditemukan peningkatan 13 persen dalam produktivitas kerja karyawan call center di agen perjalanan Cina dengan dengan work from home. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi di masa pandemi, karena Bloom berpendapat kalau bekerja di rumah dapat terganggu oleh keluarga mereka, ruang bekerja yang tidak sesuai, dan tidak ada pilihan untuk pergi ke kantor. Dapat dikatakan bekerja dari rumah merupakan suatu penurunan sedikit demi sedikit produktifitas karyawan. Sebuah studi juga pernah dilakukan tahun 2012 yang menunjukkan bahwa para pekerja akan bekerja lebih baik dan lebih cepat ketika di kantor. Studi lainnya juga dikatakan bahwa semakin banyak karyawan bekerja dari rumah, semakin tidak produktif kerja karyawan. Karyawan yang bekerja 8 jam dari rumah ada sekitar 70 persen kurang produktif dibandingkan yang tidak bekerja dari rumah.

$ads={1}


Hal menarik lainnya yang ditemukan adalah Survey oleh ConnectSolutions bahwa working remotely dapat meningkat produktivitas hingga 77 persen. Karyawan yang bekerja remote working beberapa kali dalam sebulan mengalami 30 persen melakukan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat dan 24 persen melakukan lebih banyak pekerjaan dalam periode waktu yang sama.


Dapat dikatakan bahwa penerapan work from home menjadi dilema sendiri untuk perusahaan karena dipercaya karyawan akan menurun tingkat produktifitasnya. Pergeseran dari bekerja di lingkungan kantor ke bekerja dari rumah merupakan sebuah perubahan besar. Remote working dapat tetap produktif selama karyawan masih dapat fokus, dapat menyelesaikan task dengan baik dan tepat, dan tidak mempengaruhi kehidupan pribadi di rumah.


Berikut ada beberapa tips yang dapat membantu karyawan tetap produktif selama bekerja dari rumah.


Ciptakan Ruang Kerja Khusus

Bekerja di kantor tentu membuat karyawan merasa fokus dan tidak mudah terganggu konsentrasinya. Karyawan dapat mendesain ruangan kerja khusus untuk bekerja yang nyaman, jauh dari TV, dan memiliki kebutuhan yang mendukung dalam menyelesaikan pekerjaan.


Stay Organized


Karyawan dapat memulai untuk menggunakan agenda harian atau catatan tertentu untuk daily atau mingguan. Karyawan dapat juga membuat daftar task pekerjaan kantor dan timeline yang harus diselesaikan. Karyawan tetap mengatur konsistensi dan rutinitas tersebut selama bekerja dari rumah.


Komitmen dan Intens


Karyawan dapat lebih produktif ketika fokus dan bersungguh- sungguh sehingga pekerjaan akan lebih mudah cepat selesai. Karyawan juga dapat mengatur timer online antara waktu bekerja dan istirahat. Karyawan dapat menerapkan pola komitmen yang dimulai dari hal yang kecil dan intens.


Take a break


Beristirahat secara teratur akan membuat otak kembali fokus dan rileks. Dalam surbey Airtasker, sebanyak 37% pekerja remote mengatakan bahwa istirahat secara teratur adalh cara terbaik untuk tetap produktif. Karyawan dapat memanfaatkan waktu istirahat tersebut dengan minum air putih, makan snack, mencari udara segar atau sesekali memeriksa keluarga. Waktu istirahat pekerja remote rata- rata sekitar 22 menit sepanjang hari.

$ads={2}


Buat Jadwal Untuk Virtual

Menurut New York Times, bagian tersulit bekerja dari rumah adalah kesepian dan kurangnya interaksi sosial. Karyawan yang meluangkan waktu untuk berinteraksi sosial dengan teman- temannya secara virtual tentu lebih merasa ada suport.


Beberapa tips di atas memang tidak serta merta dapat dilakukan dengan auto perfect, tetapi dapat diawali dengan sedikit demi sedikit dan menjadi sebuah new habbit karyawan. Berbicara mengenai produktivitas karyawan tentu sangat penting karena hal tersebut yang mendorong perusahaan mampu bertahan dan bersaing di masa pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut juga saling berhubungan karena produktivitas kerja karyawan juga dipengaruhi oleh budaya kerja baru tersebut. Yuk, tetap produktif selama work from home!


Oleh: Fatimah Al Khumaira


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama