Resign dari Tempat Kerja Karena Alasan Menjaga Orang Tua


RESIGN DARI TEMPAT KERJA KARENA ALASAN MENJAGA ORANG TUA


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Setiap karyawan yang mengajukan resign dari tempat kerja pasti memiliki alasan yang kuat. Biasanya mereka yang resign disebabkan karena gaji yang kurang, atasan yang kurang baik, tidak adanya jenjang karir dan lainnya.


Namun ada juga yang resign karena ingin menjaga orang tuanya/ ingin menemani orang tuanya di hari tua. Umumnya, mereka yang resign karena alasan orang tua tidak berpikir panjang. banyak yang telah mengambil keputusan resign dan tidak memiliki pekerjaan apa-apa di kampung halamannya. Akhirnya, tabungan yang ia miliki hanya dapat bertahan hingga beberapa bulan mendatang. Sedangkan, menjaga orang tua itu butuh 'biaya hidup' seperti makan dan kebutuhan primer lainnya.


Ratna Hidayati selaku Corporate Secretary PT Putra Rajawali Kencana, Tbk membagikan ceritanya di laman LinkedIN mengenai ' Resign karena Alasan Orang Tua '. Tulisan bu Ratna telah disukai lebih dari 40,000 orang.


Selengkapnya, yuk simak tulisannya di bawah ini:


Resign karena alasan orangtua itu jamak terjadi. Beberapa bulan yang lalu, stafku mengeluh. “Saya sudah mengajukan resign tiga kali Bu, tapi selalu ditolak. Saya ini harus pulang kampung. Bapak saya baru meninggal. Ibu saya hidup sendiri di desa. Saya satu-satunya anak yang belum menikah. Jadi cuma saya yang bisa menemani ibu saya.” Kinerjanya memang bagus. Ketika ngadu ke saya, dia hendak mengajukan resign lagi.


“Kalau kamu resign, tinggal di desa. Rencanamu apa?” “Nanti dipikir Bu. Biaya hidup di desa murah.” “Tabunganmu berapa? Utangmu berapa? Dengan sisa uang tabungan itu, kamu bisa bertahan berapa lama tanpa punya penghasilan?” “Setahun Bu.” Itu dihitung dari biaya hidup minimal. “Nggak bisa gitu. Kamu boleh nemani orangtuamu tapi pastikan kamu tetap berpenghasilan.”


Saya tanya atasannya. “Dia minta resign bukan karena ga mau kerja. Tapi karena ibunya. Kenapa ga ditawarkan kerja remote aja?” “Remote gimana?” “Ya kerja dari rumah. Kalau kerjaannya ga harus di kantor, dia bisa kerja dari mana aja kan?” Atasannya setuju.


Stafku datang lagi. Cerita kalau resign ditolak tapi boleh WFH. “Ya itu memang aku tawarkan. Kamu bisa jaga ibumu, bosmu tetap nyaman kamu ga resign.” “Bu Ratna ini loh.” “Jadi ibumu cuma alasan resign atau gimana? Daripada nanti kamu pusing cari kerjaan. Kan mending gini.” Dia tertawa. “Iya juga.”


Dua hari yang lalu juga ada staf resign karena bapaknya sakit keras. Kali ini saya nggak bisa menahan. Orangtuanya di Riau. “Beneran alasannya itu? Bukan ada masalah di kantor? Teman kerja, beban kerja, masalah atasan?” “Tidak bu. Bapak saya sakit sudah lama. Baru kali ini saya disuruh pulang. Saya kepikiran.” Berat hati saya kabulkan. “Nanti kamu kerja di mana?” “Mungkin gantiin bapak di kebun.” Tapi saya kepikiran dua hari ini. Mungkin itu bukan sesuatu yang pasti.

$ads={1}


Saat sarapan hari ini, saya hubungi pengusaha trucking di Riau. Orangnya baik. “Staf saya resign karena bapaknya sakit Bu. Jika butuh staf operasional, dia bagus. Dia orang Riau.” Alhamdulillah dikabulkan. “Kasih nomor saya ke dia Bu.”


Kukirim pesan ke eks-stafku. “Jika kamu perlu kerjaan di Riau, hubungi Ibu ini langsung. Aku udah hubungi beliau.” Jika staf kita layak direferensikan, referensikanlah.


Oleh: Ratna Hidayati

Bagi sobat Fordiasi yang ingin mengambil keputusan resign karena ingin menjaga orang tua, semoga informasi ini bermanfaat yah.


Segala sesuatu keputusan mesti ditimbang kembali dan jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, carilah jalan keluar terbaik agar dikemudian hari nanti tidak ada masalah yang timbul dari keputusan yang kamu buat.


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama