Ambisi Tiktok Geser Dominasi Google


AMBISI TIKTOK GESER DOMINASI GOOGLE


FORDIASI.COM | INTERNET - Beberapa waktu terakhir apakah Anda sadar di kolom komentar atau bagian atas komentar ada semacam ikon kaca pembesar pada aplikasi Tiktok? Mungkin Anda melihatnya seperti “Oh yaudah, bagus deh bisa di-search”. Tapi coba kita lihat dari ‘helicopter view’ atau dari jauh. Ini jauh lebih besar dari itu.


Ketika konten dari Tiktok bisa di-search atau dicari dengan sebuah kata kunci, maka jelas Tiktok tidak hanya sekedar Social Commerce, tapi juga Search Engine! Senior Vice President dari Google, Prabhakar Raghavan, mengatakan bahwa 40% anak muda, ketika mereka mencari tempat untuk makan siang, mereka tidak membuka Google Maps atau Penelusuran. Mereka pergi ke TikTok atau Instagram.


Ini akan sangat menarik, gejolak sosial media tidak hanya menyenggol marketplace, tapi juga mesin pencari. Tentu ini jadi tantangan sekaligus kesempatan juga bagi brand untuk bisa memahami audiens. Karena ketika seseorang membuka mesin pencari, dia pasti ada satu intensi untuk mencari informasi tertentu yang dibutuhkan. Dari situlah brand bisa membuat konten yang dibutuhkan, biasanya bersifat edukatif.


Tapi ini masuk akal dan relevan, karena saya sendiri pun beberapa hal ada yang mencarinya melalui kolom pencarian Tiktok. Semisal tips outfit untuk hangout atau tips memasak yang seru dilihatnya. Mereka menamakan fitur ini sebagai ‘Linked Keywords'. Ketika fitur ini semakin berkembang, Anda sebagai pemilik brand ataupun tim sosial media dari sebuah brand harus beradaptasi.

$ads={1}


Saya akan mencoba mempelajari lebih lanjut soal ini dan akan membagikannya di waktu ke depan. Akan tetapi saya mencoba memberi beberapa tips secara umum jika ‘Linked Keywords’ ini menjadi fitur penting di Tiktok :


1. Perbanyak konten edukasi : Konten tips dan trik ataupun tutorial biasanya memang lebih menarik dan mduah dipahami bila dalam format video. Jadi Anda bisa mulai mempersiapkan dari sekarang konten edukatif.


2. Kata kunci tempat : Khususnya Anda sebagai brand dalam bidang retail tentu tempat menjadi sangat penting, terutama apabila memang ada tempat offline-nya. Contoh model ini yang sering dicari seperti misal, “tempat nongkrong seru di Jogja”.


3. Tambah kata kunci pada caption : Caption bahkan juga kolom komentar saat ini juga bisa dideteksi menjadi ‘Linked Keywords’. Walaupun bukan saya yang melakukan, tapi saya sering menemukan ini di konten-konten dari para kreator. Anda bisa memanfaatkan hal itu juga.


Ingat, sosial media terus berubah dan berkembang. Mulai dari sekedar sosial, berkembang menjadi komersial, hingga komunitas dan juga sekarang mesin pencari. Menarik untuk menanti landscape selanjutnya dari sosial media. Bagaimana menurut Anda?


Apabila Anda ingin berdiskusi dengan saya melalui pesan Linkedin, saya sangat terbuka dengan diskusi dan obrolan terkait hal ini. Terima kasih.


Oleh: Keanshihab Is'ad Hakim, CEO & Social Media Strategist at Nakama Creative Lab & Nakama Aquatics


- Forum Media Informasi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close