Mayoritas Gaji Anak Untuk Orang Tua Sebagai Balas Budi?


MAYORITAS GAJI ANAK UNTUK ORANG TUA SEBAGAI BALAS BUDI?


FORDIASI.COM | DUNIA KERJA - Umumnya para lajang akan memberikan hasil upah bekerjanya kepada orang tuanya sebagai bentuk balas budi. Hal ini dilakukan oleh mayoritas anak-anak ketika telah bekerja. Besaran yang diberikan pun terbilang relatif, ada yang memberikan separuh gaji, ada yang memberikan 70% dari gajinya bahkan ada yang memberikan penuh gajinya kepada orang tuanya.


Baru-baru ini ada salah satu konten instagram mengenai anak muda yang mengaku memberikan 80% gajinya kepada orang tuanya, karena menurutnya hal ini dianggap sebagai bentuk balas budi selama ini.


Riffa Sancati, mantan Go-pay Group Head of Finance (SVP) sekaligus Influencer platform LinkedIN memberikan opini terkait viralnya video tersebut, berikut tulisannya:


Awalnya saya melihat Instagram content dengan topik tersebut di atas. Jadi ceritanya ada pekerja muda mengaku 80% gajinya diminta orang tuanya sebagai bentuk balas budi. Gaji si anak 8juta tiap bulan sehingga dia hanya punya sisa 1.6juta dari hasil kerja kerasnya.


Menariknya di konten itu ada banyak sekali netizen yang comment bisa jadi uang itu diambil si ortu untuk ditabung dan akan dikembalikan setelah si anak nanti menikah. Maksudnya para netizen itu untuk positive thinking katanya.


But I’m sorry to say this… menurut saya comments seperti itu adalah positive thinking yang tidak pada tempatnya. Tidak seharusnya orang tua masih mengatur anak yang sudah dewasa sampai sebegitunya. Kapan anak bisa mandiri jika terus dikekang untuk urusan finansial?

$ads={1}


Mengajarkan disiplin secara finansial itu bukan dengan menahan gaji anak. Saya kenal para orang tua yang mengajarkan anak-anaknya financial literacy sejak dini (persis seperti yang disebutkan dalam buku Rich Dad Poor Dad). Ajarkan supaya anaknya tetap bisa hidup mandiri setelah orang tua tidak lagi mendampingi dan jangan malah diatur sampai sebegitunya. Dan itupun kalau benar uangnya ditabung. Kebanyakan cases yang saya temukan justru gaji anak-anaknya malah dihambur-hamburkan.


Jangan meromantisasi parenting style yang sudah sangat ketinggalan jaman. Dan jangan pula membenarkan konsep sandwich generation hanya demi alasan balas budi. Jangan menyamakan anak dengan investasi pada financial instruments yang notabene merupakan benda mati. Tentu anak harus balas budi tapi jangan lupa bahwa anak juga punya kehidupan dan tanggung jawabnya sendiri. Don’t be selfish and let your kids pursue their best life.


Demikian opini yang dibagikan oleh Riffa Sancati mengenai 'Mayoritas Gaji Anak Untuk Orang Tua Sebagai Balas Budi?' melalui laman LinkedINnya.


Bagaimana menurutmu?


Yuk komentarnya ~


Oleh: Riffa Sancati | Entrepreneur I The Lens Story | Cerita Media I Book Author - The Little Handbook for Big Career


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close