Buah Bisbul: Buah Lokal Bogor Yang Kini Menghilang


BUAH BISBUL: BUAH LOKAL BOGOR YANG KINI MENGHILANG


FORDIASI.COM | FLORA - Indonesia merupakan wilayah tropis yg memiliki kekayaan flora yg beragam. Dan diantara kekayaan flora tersebut terdapat berbagai jenis buah buahan yg tumbuh. Namun kini buah lokal perlahan kalah bersaing dengan berbagai faktor. Salah satu buah lokal dari Bogor ialah buah Bisbul atau Apel Beludru yg juga banyak tumbuh di Filipina ini semakin asing bagi masyarakat dan dipasaran.


Buah bisbul atau disebut buah mentega ini memiliki nama latin Diospyros blancoi A atau Diospyros philipinensis. Buah ini memiliki nama lain buah mentega, sembolo, beludru, marit dan velvet apple. Tanaman ini termasuk keluarga Eboni dari suku Ebenaceae yg memiliki ciri kayu berwarna hitam atau kehitaman. Kayunya memiliki kualitas bagus jika dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Pohon Bisbul memiliki tajuk yg bagus dan cocok jika ditanam di taman atau pinggir jalan sebagai sarana penghijauan. Selain itu pohon Bisbul juga termasuk pohon yg bagus untuk konservasi satwaliar, tanah dan air.

$ads={1}


Wilayah Bogor terkenal banyak ditumbuhi buah Bisbul ini pada masa lalu. Buah Bisbul ini sekilas mirip kecapi dan kesemek dan memiliki ciri khas bulu halus dikulitnya. Sering pula dijuluki buah mentega karna rasanya manis menyerupai campuran mentega. Manfaat buah bisbul untuk tubuh disinyalir baik untuk kesehatan jantung, mencegah kolesterol, melancarkan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan lainnya.


Namun pohonnya kerap dianggap memiliki nuansa mistis oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kesalahpahaman masyarakat dalam mengartikan kata keramat. Padahal makna arti kata Keramat yg asli bertujuan agar masyarakat mau menjaganya dan tidak sembarangan merusak. Kini buah lokal ini cukup sulit ditemukan. Tampilan luar merah kusam berbulu halus pada buah ini seringkali enggan memikat para pecinta buah untuk membeli. Buah ini juga cenderung lebih aman dari suntikan zat kimia. Di sekitar Bogor pedagang buah ini masih dapat ditemukan dengan harga bervariasi. Semoga buah ini tetap lestari di Indonesia.


Sumber: RIMBAWAN KOTA


(H/S)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close